Kamis, 20 Oktober 2016


Nanda Feriana, Akibat Curhatan Sosial Media, Malah Jadi Terdakwa

Chemistry Diary - NLog #3



Halo para pembaca, Nlog kali ini saya percepat, yang dimana seharusnya Sehari Sekali, tapi berhubung ini sangatlah penting dan patut menjadi pembelajaran baik bagi saya sendiri, maupun bagi para pembaca sekalian. Mungkin beberapa dari kita memang masih terbawa rasa kesal akan sesuatu yang dimana sudah kita perjuangkan mati-matian tapi malah dapat sesuatu yang sangat tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Seperti yang saya jelaskan di ChemistryDiary - NLog #1, yang dimana pernah saya sebutkan pasal Cobaan. Nah kali ini terjadi terhadap salah satu mahasiwi tingkat akhir di salah satu Universitas yang berada di Aceh Utara, tepatnya Universitas Malikussaleh. Akibat curhatannya, Mahasiswi ini dilaporkan kepada pihak kepolisian atas pencemaran nama baik seorang dosen, atau bisa dibilang pembimbingnya.


Nanda Feriana, mahasiswi lmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh harus berurusan dengan polisi. Penyebabnya curhatan di media sosial berjudul " "Sepucuk Surat untuk Ibu Lulusan Jerman".
Padahal jika kita lihat, ini adalah hal yang sering dilakukan oleh para pengguna Facebook, membuat status. Tapi Akibat Tulisan nya ini, mahasiswi tersebut malah dilaporkan oleh dosennya. Bagaimana tidak, seseorang jika disindir secara publik pastinya akan merasakan sakit hati, mungkin itulah yang dirasakan oleh dosen pembimbingnya tersebut.

Bahkan untuk kasus ini, berita ini juga sudah masuk dalam halaman Tribunnews. Disini saya merasa bingung, antara kasihan atau tidak. Maka dari itu, sebaiknya sosial media itu digunakan sebaik mungkin, jangan pernah mencurhatkan sesuatu yang dimana itu bisa menjadi sumber masalah bagi kita. 

Mungkin bagi kami para blogger, menggunakan sosial media itu penting, ya diantaranya seperti ini, membagikan informasi serta mengingatkan sesama. Agar hal ini tidak dicontoh oleh orang lain.

Saran saya sendiri, jika Anda merasa kesal lantaran suatu hal, jangan pernah ungkit di-Sosial media, karena itu bisa berakibat FATAL. Alternatif dari melampiaskan kekesalan bisa dengan menghajar bantal guling misalnya, atau makan dengan porsi diluar batas Wajar (saya tidak bertanggung jawab jika Anda terkena obesitas hehehe), atau lari mengelilingi Lapangan sampai 10 s/d 20 kali. Ya selepasnya Anda tidak akan merasa kesal lagi, melainkan Anda akan merasa kelelahan. Selepasnya silahkan tidur dan bermimpi, karena mimpi setidaknya mampu menghapuskan rasa kekecewaan sebanyak 10%.

Dan untuk Nanda Ferina, semoga ini menjadi pembelajaran dan tidak melakukan kesalahan lagi akan mengklaim seorang dosen, terlebih lagi melalui sosial media, dan harapan saya pribadi semoga kasus ini bisa di selesaikan dengan cara musyawarah dan berakhir dengan damai. #SaveNandaFeriana

Mungkin jika ada yang ingin mengkoreksi beberapa kata-kata saya diatas, bisa langsung berkomentar di From komentar yang tersedia dibawah ini, dan Sekian. (/Nlog #3)